Disuatu pagi yang cerah, Tsabit memasuki kelas X Mipa 3 dengan bahagia. Duduk diantara teman-teman satu jenis kelaminnya tersebut. Dari jarak beberapa bangku, seorang cewek memperhatikan Tsabit. Memperhatikan tawanya yang gabisa berenti kalo lagi bercanda. Memperhatikan wajahnya yang absurd kalo lagi ngomong. Dia ingin sekali berada dekat dengan Tsabit, tapi dia
Hari demi hari berlalu. Tsabit masih tidak mengetahui kalau dia diperhatikan oleh cewek di sisi lain kelas. Lelah terus berharap agar Tsabit peka, Indah pun ingin menyatakan perasaannya. Namun Indah tidak tahu kapan.
Pelajaran biologi pun dimulai, setelah beberapa presentasi, Tsabit pun ditunjuk untuk mensimulasikan cara menggunakan sendok yang benar. Indah memperhatikan Tsabit dengan mata berbinar-binar.
Tapi kemudian, Tsabit ditantang untuk di suapi oleh Meita, cewek yang dikenal suka dengan Tsabit. Dan Tsabit pun menerimanya dengan ikhlas. Indah tak tahan melihat itu semua. Indah menutup matanya dan menangis dalam sunyi. Hatinya sakit
"Aaa.. aaa.. Tsabit buka
"Hmm.. enak, enak" Jelas Tsabit.
Indah perlahan-lahan melupakan Tsabit, menutupi masa lalunya yang kelam. Tapi Tsabit kemudian jatuh cinta kepada Indah. Tsabit mulai mendekatinya. Mulai sering duduk di belakangnya, untuk sekedar dekat dengannya.
Indah yang menyadari Tsabit mendekat dengannya senang bukan main. Tapi disisi lain Indah juga sakit hati. Sakit mendalam sampai harus dioperasi.. Gak gitu juga sih. Indah akhirnya memilih untuk mengabaikan Tsabit.
Tsabit yang sudah terlanjur jatuh cinta pun tetap mengejar cewek itu. Semakin meningkatkan intensitas kedekatannya. Meskipun dia tau cewek tersebut tidak mengabaikannya, dia tetap tidak menyerah.
Pada akhirnya, Tsabit pun berniat untuk menembaknya. Saking niatnya, dia pergi ke Kebun Raya Bogor untuk memetik bunga bangke.. Gak gitu juga sih. Meskipun dia hanya membawa satu tangkai bunga, tapi dia yakin cintanya melebihi seluruh tangkai bunga yang ada di dunia. Dramatis maksimal.
"Berenti, berenti" Seru Tsabit.
"Ada apa manggil-manggil gue?" Jawab Indah ketus
"Ada yang harus gue omongin" Tsabit pun memulainya dengan menarik napas panjang, lalu menghembuskan napas terakhirnya.. Gak gitu juga sih.
Lalu Tsabit berlutut
"Sebenernya aku sudah lama suka sama kamu, aku ingin kita lebih dari sekedar teman. Kamu mau ga jadi pacar aku?" Tanya Tsabit. Romantis maksimal.
Lalu Indah shock dan pingsan, lalu gagal ginjal.. Gak gitu juga sih. Indah sedikit terkejut. Jauh dilubuk hatinya dia sangat senang dengan itu, tetapi rasa sakit kembali menjalar didalam hatinya. Gue rasa anak ini beneran kena hepatitis.
Sekian lama Tsabit menunggu, akhirnya Indah membuka suara.
"Aa.. aku gatau harus ngomong apa" Jelas Indah dengan lembut. Tapi terlanjur sakit hati, Indah pun ingin membalas sakit hatinya itu. Indah berubah menjadi ganasss..
"Tapi apa yang bisa lo kasih sama gue? Udah bunga cuma setangkai, bunga bangke pula. Ga ah, lu gamodal" Tolak Indah lalu pergi meninggalkan Tsabit.
Tsabit tertunduk sakit hati. Ngga, dia ga kena hepatitis. Indah juga mencuri-curi pandang ke arah Tsabit, kemudian mempercepat langkah untuk menyembunyikan air matanya yang udah gabisa dibendung sama Katulampa.
Tragis emang, tapi mereka tetep temenan baik kok. Temenan loh temenan #Friendzone. Kalo kalian mau tau seperti apa dua sejoli yang saling suka coli ini, mereka dapat ditemukan di sisi sebelah kanan kelas. Thanks for reading this story and see you on the next post.

0 komentar:
Post a Comment
Jangan Nyepam di Kolom Komentar